Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2018

kisah cinta rantauan

kisah cintaku yang berujung penghianatan Perkenalkan nama aku putu, Aku lahir tahun 1995. Pertama kali aku kenal yang namanya cinta. Sejak aku SMP kelas 3. Awalnya aku enggak tau yang namanya berpacaran. Tapi, ada yang seorang gadis yang bernama Erawati, biasa di panggil Era. Ternyata ia menyukaiku. Awalnya sih aku enggak percaya kata teman-teman aku. Kalo si Era ini suka sama aku. Yahh.. namanya aja aku enggak tau apa itu cinta, aku sih santé-sante aja. Setiap kali aku ketemu Era, dia senyum-senyum terus ke aku. Ya aku balas juga dengan senyuman. Awalnya sih masi bgitu-begitu aja sampe beberapa minggu. Setiap ketemu senyum-senyum aja. Pada suatu hari. Aku mau pergi belajar sore di Sekolah. Di perjalanan aku ketemu dengan Era, ia sedang berjalan kaki. aku Tanya ke dia “hay Era kamu mau kemana ?” ia menjawab “aku mau ke Sekolah ada Belajar Sore di sekolah”. kebetulan aku bawa kendaraan, Motor Supra coy, Agak jadul dikit sich. Dengan banga aku tawarin dia nebeng sama aku. Aku b...

Cerita cinta anak rantau

Cerita Cinta Seorang Anak Rantau kalau seperti ini aku harus bagaimana tak mengerti tak mempunyai cara untuk menghadapinya, Aku belum siap untuk kau tinggalkan dan kau acuhkan, ketika kau pergi tinggalkan aku, sanggupkah aku tanpamu?kau pikir aku sanggup sendiri. Ketika kua pergi jauh dariku tak ada lagi yang bisa kulakukan tanpamu…tak sedikit cinta ini menjadi sangat menyakitkan,haruskah ku tunggu dirimu sampai kau kembali lagi? atau kah tidak akan pernah kembali? bila saja ku bisa ulang kembali semuanya, ingin rasanya kau tidak mengetahui perasaan ini sama sekali biar diri ini yang hanya bisa memendam meskipun sakit melanda perasaan ini. Sepertinya semua terulang kembali, cinta yang harus kandas kembali,,,waw??? semua jelas terasa bagimana bisa mudah ku untuk melupakannya…tapi kali kucoba mengerti cinta yang kian menjauh tapi apakah salah untuk bertahan dengan perasaan ini???(konsisten) namun biasa ku hadapi sendiri sakit ini, ku harap hanya sementara saja… kian meredup, ki...